Resensi Housecky

Minggu, 10 Mei 2020

Resensi Film Ngenest (kadang hidup perlu ditertawakan) hahaha


            Sumber foto : Dictio Community

A. Judul resensi:
Film Indonesia “NGENEST”

B. Identitas Film : 
Judul Film : Ngenest (Kadang Hidup Perlu Ditertawakan)
Sutradara : Ernest Prakasa
Produser : Chand Parwez Servia Fiaz Servia
Penulis : Ernest Prakasa
Tokoh : Ernest Prakasa, Kevin Anggara, Lala Karmela, Amel Carla, Morgan Oey, Fico Fachriza, Brandon Nicholas Salim, Ferry Salim, Ardit Erwandha, Olga Lydia, Budi Dalton, Ade Fitria Sechan
Perusahaan Produksi : Starvision Plus
Waktu Rilis : 30 Desember 2015
Durasi : 95 Menit

C. Pendahuluan :
Film ini merupakan adaptasi dari Novel Ngenest. Ernest Prakasa merupakan penulis sekaligus pemeran utama dalam film ini. Tujuan dari film Ngenest adalah untuk memberikan pengalaman kehidupan penulis yang hidup sebagai kaum minoritas.

D. Isi Resensi :
Film ini mengisahkan tentang pengalaman Ernest yang lahir sebagai anak yang bisa disebut termasuk ras yang minoritas di Indonesia, karena alasan itu Ernest dan teman Chinanya selalu dibully sejak memasuki bangku SD. Se-lulusnya di bangku SD, Ernest melanjutkan sekolahnya di sekolah yang isinya mayoritas memiliki ras China dan akhirnya melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Bandung. Di Bandung, Ernest bertemu dengan seorang wanita di tempat kursus Bahasa Tionghoanya yang bernama Meira, setelah lima tahun pacaran mereka menikah. Awalnya ayah Meira tidak menyetujui hubungan mereka karena ayahnya trauma ditipu oleh ras China tapi akhirnya demi kebahagiaan anaknya dan sifat Ernest yang baik direstui. Tak selesai hingga saat itu, setelah menikah Ernest sangat takut memiliki anak. Ia trauma akan kehidupannya yang terlahir sebagai orang dari ras minoritas dan selalu dibully. Sebenarnya niat Ernest menikah dengan Meira salah satunya ingin memutus rantai rasnya tetapi ia masih takut jika anaknya tetap memiliki wajah yang sipit. Akhirnya setelah bujukan dari keluarganya Ernest memberanikan diri dan akhirnya ternyata Ernest memiliki seorang putri yang sangat mirip dengannya walaupun matanya sipit, itu tak lantas membuat Ernest bersedih. Justru ia bahagia memiliki seorang putri.

E. Kelebihan : 
Film ini sangat menghibur karena terdapat kata-kata yang lucu dan scene-scene yang menarik untuk ditonton. Tidak hanya itu, film ini memiliki banyak manfaat bagi penontonnya, seperti mengingatkan bahwa sebagai pribumi tidak boleh menindas ras minoritas, juga tak selamanya dekat dengan kaum minoritas berarti ikut menjadi rendah atau tak bahagia, dan satu lagi dari film ini kita lebih bisa mensyukuri atas apa yang telah ditentukan oleh Tuhan, selain tiga poin sebelumnya ada beberapa manfaat lainnya yang patut kita pelajari lebih jauh. Film ini juga menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah dimengerti oleh penonton.

F. Kekurangan:
Film ini terlalu memperlihatkan aksi rasisme, bahkan Ernest terlihat melakukan aksi genosida (ingin menghancurkan ras) dengan cara menikah dengan kaum pribumi. Jika terdapat orang dari kaum minoritas yang terlalu menghayati posisi Ernest sebagai kaum minoritas sangat berbahaya karena bisa menyebabkan perpecahan. 

G. Penutup:
Begitulah resensi dari film Ngenest yang menceritakan tentang kisah seseorang yang hidup sebagai kaum minoritas. Semoga resensi ini dapat membuat pembaca menjadi penasaran mengenai kisah di dalamnya juga mendapat hikmah bagaimana cara menghargai kaum minoritas.

Terima kasih sudah mampir ke blog ini 😁🙏 mohon maaf apabila banyak sekali kekurangan karena ini adalah blog pertama saya. Terima kasih dan sampai jumpa di blog selanjutnya!!!

Request? Ketik di kolom komentar saja, jangan lupa sarannya!

Penulis ; Ricky Fadilah
Penyunting ; Siti Maisyaroh